Kamis, 28 Februari 2019

Social Respect

BROKEN HOME

Dalam hidup ini siapa yang tidak membutuhkan keluarga atau mengininkan sebuah kebahagiaan dalam keluarga? saya maupun kalian menginginkan itu kan? Keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak baik tunggal ataupun bersaudara, semua itu bagian yang lengkap dari keluarga, lantas bagaimana jika salah satu keluarga saya hilang. Ya kalian bisa menyebut kami BROKEN HOME

Hasil gambar untuk broken homeBroken home tidak hanya disebabkan karena salah satu bagian keluarga yang hilang atau pergi, namun pertengkaran antara kedua orang tua setiap hari juga merupakan salah satunya, hal itu bisa saja sangat mengganggu psikologis anak terhadap orang-orang sekitarnya.
kebanyakan orang ketika mendengar broken home mungkin langsung mengaitkannya dengan kondisi keluarga yang hancur, orangtua yang tidak becus mengurus keluarga atau anak-anak yang bisa disebut "nakal". memang hanya itu yang ada di pikiran mereka ketika mendengar tentang keluarga saya, apakah serendah itu? saya tak bisa menyangkal hujatan yang kalian berikan, karena memang ada diantara kami (anak-anak broken home) yang menjadi ‘nakal’ setelah pertengkaran atau bahkan perceraian orang tua.

Tapi tahukah kalian apa yang saya dan anak-anak itu rasakan? Hancur! Ya hancur dalam jiwa ini saat kasih sayang pertama kami direbut. Saat bahagia, saat dunia kecil kami masih utuh, tapi tiba-tiba badai menghancurkan surga kami hanya karena sebuah pertikaian kecil. 
Kalau boleh berbicara jujur, sebenarnya saya juga lelah dengan kondisi keluarga saya yang mungkin hampir setiap harinya di penuhi dengan pertengkaran kedua orang tua saya. Mungkin bagi sebagian orang sebuah pertengkaran keluarga adalah hal biasa, namun itu berbeda dengan pemikiran saya, sejujurnya saya merasa terganggu dengan hal itu, saya merasa bingung harus bagaimana ketika hal itu terjadi. Menangis, mungkin hanya itu yang bisa saya lakukan, tapi saya tidak ingin terlihat lemah di hadapan teman-teman saya di sekolah, saya tidak ingin mereka tahu tentang apa yang terjadi pada saya, saya mencoba untuk tetap tegar walaupun hati saya sedang benar-benar hancur saat itu. Pernah suatu hari di rumah terjadi pertengkaran antara kedua orang tua saya, saya belum bisa menahan tangis saya ketika di sekolah, hal yang bisa saya lakukan mungkin sangat memalukan dan mungkin terlalu lebay bagi sebagian orang, saat itu ketika saya sudah tidak bisa membendung tangis saya, sesegera mungkin saya berlari ke kamar mandi sekolah hanya untuk menangis, supaya teman-teman saya tidak mengetahui masalah saya dan akan mengatakan bahwa keluarga saya adalah keluarga yang buruk. Namun, bagi saya menangis dapat sedikit menghilangkan rasa sakit di hati saya akibat pertengkaran orang tua saya.

Hasil gambar untuk broken homeDi sisi lain dari yang saya alami, beberapa anak yang beranjak dewasa mungkin menunjukkan reaksi emosional yang lebih sedikit ketika menghadapi pertengkaran atau perpisahan orangtua mereka. Meski di luar mereka tampak baik-baik saja, namun banyak anak usia dewasa sebenarnya memendam perasaan negatif di dalam dirinya. Penekanan emosional ini justru dapat membuat orangtua, guru, dan orang lain kesulitan untuk membantu anak memproses perasaannya dengan cara yang tepat.

Kasih sayang yang seharusnya saya dapatkan pada masa remaja begitu saja hilang lenyap dan saya tidak pernah merasakan itu. saat saya sedang tumbuh menjadi perempuan yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari keluarga terutama orang tua, tapi saya tidak mendapatkan itu. Yang saya dapatkan hanya ketidak tenangan ketika saya berada dirumah. 

Itulah yang saya dapat dari cerita-cerita yang pernah saya dengar tentang keluarga yang mengalami Broken Home. semoga hal itu tidak terjadi pada kita dan semoga keluarga kita senantiasa di lindungi Tuhan Yang Maha ESA.

8 komentar:

  1. Baru tahu,efek broken home sebanyak itu

    BalasHapus
  2. pertengkaran orgtua didpan anak apalagi prtgkaran yg tidak ada akhir akan berakibat sperti yg diatas.. orgtua yg sprti itu brrti dia tidak respect thd pemikiran si anak. trauma? pasti. smga para ortu yg mnghdapi permasalahan tdk menunjukkan sikap maupun perkataan yg buuruk di dpan anak dan bisa baca artikel ini tentunya biar mereka paham.

    BalasHapus

Social Respect

BROKEN HOME Dalam hidup ini siapa yang tidak membutuhkan keluarga atau mengininkan sebuah kebahagiaan dalam keluarga? saya maupun kal...